Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Bertaubat


Oleh M. Arif As-Salman

Ada ketenangan yang terpancar di wajahnya. Memberi rasa tentram di hati bagi siapapun yang melihatnya. Ia tampak lebih teduh dan mudah tersenyum saat ini. Jauh berbeda dengan dulu, yang suka menampakkan wajah kusam, penuh masalah, dan terkadang cepat emosi.

Hal lain yang membuat hati saya merasa takjub dan kagum adalah, shalat lima waktu berjamaah tak pernah ia tinggalkan. Ia selalu datang ke mesjid sesaat setelah adzan dikumandangkan. Demi Allah, saya sangat bahagia melihat perubahan luar biasa ini!

Ia telah menjadi sosok yang mencintai mesjid, mencintai shalat tepat waktu berjamaah. Hati saya dipenuhi tanda tanya. Siapakah yang telah merubah hidupnya? Hal apakah yang telah memberi kesan mendalam pada hatinya dan memberi daya rubah yang luar biasa.

Dulu, saya suka mengajaknya untuk ikut shalat berjamaah di mesjid yang tak jauh dari tempat tinggal kami. Tidak hanya sekali, namun berulang kali saya tak pernah bosan mengajaknya shalat di rumah Allah. Saat itu, ia sangat acuh, terlihat angkuh dan tak memperdulikan. Ia selalu berdalih dengan berbagai alasan. Saya sedih belum bisa menjadi sebab dirinya mendapat hidayah Allah. Tapi, saya tidak bisa memaksakan, saya hanya berusaha dengan semampu yang saya lakukan, ketentuannya ada di tangan Allah.

Saya semakin sibuk dengan usaha yang tengah saya kelola, sehingga saya sudah jarang lagi bertemu dengannya. Untuk urusan bisnis dengannya, saya tidak lagi terlibat banyak. Walau istri saya tak pernah bosan mengingatkan saya, agar setiap kali bertemu dengannya, saya mengajaknya untuk berjamaah di mesjid. Namun, karena berbagai kesibukan saya yang cukup padat, hal itu hampir tak sempat saya lakukan.

Hingga saat ini, dia telah betul-betul berubah. Sungguh perubahan yang luar biasa dan menakjubkan! Tiba-tiba rasa sedih menyesak di dada saya, saya merasa gagal dalam ‘perdagangan’ dengan Allah, saya tidak bisa menjadi sebab dapatnya seseorang hidayah dari Allah. Saya selalu bertanya-tanya, siapakah orang yang beruntung itu? Yang telah menjadi sebab dapat hidayahnya teman saya tersebut? Tentu, pahala kebaikan yang dilakukan teman Mesir saya tersebut akan terus mengalir dalam lembaran kebaikannya.

Saya tak dapat lagi menahan gejolak rasa penasaran, bahagia dan sedih di dada. Saya temui teman Mesir saya itu. Saya tanyakan padanya, siapakah yang telah membuat dirimu mengalami perubahan seperti ini?

Ia menjawab, “Allah.., Allah lah yang memberi saya petunjuk. Allah yang telah memasukkan cahaya hidayah ke dalam hati saya. Segala puji hanya milik Allah.”

Saya sungguh bahagia mendengar kata-kata penuh tulus itu. Saya tatap ia dengan penuh cinta, lalu saya ucapkan, “Alhamdulillah, semoga Allah selalu menjagamu dalam pelukan hidayah-Nya, amin.”

Ia melanjutkan, “Akhi, saya sangat menyesal, saat dulu akhi mengajak saya shalat di mesjid, saya saat itu selalu acuh, tidak peduli, dan sombong. Saya menangis setiap kali mengingat hal itu. Saya memohon ampun pada Allah atas segala dosa dan khilaf saya di masa lalu.Akhi, hidup di dunia hanya sesaat, hanya sebentar dan persinggahan saja. Kelak kita semua akan dihisab dihadapan-Nya. Apalah yang dapat kita banggakan dari hidup ini, kalau bukan iman dan amal saleh kita. Saya takut dengan siksa neraka, sungguh saya tak kuat dengan azab-Nya. Alhamdulillah, saat ini saya berusaha menjaga shalat lima waktu di mesjid, saya berusaha untuk shalat malam, yang dulu hampir tak pernah saya lakukan, saya berusaha untuk puasa sunah senin dan kamis, saya ingin terus berusaha menjadi hamba terbaik dihadapan-Nya.”

“Akhi, istiqamah lah, teruslah berbuat yang terbaik, semoga Allah selalu mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya padamu, amin.” ucap saya padanya.

Hari semakin larut malam, saya harus segera pulang ke rumah. Dengan agak tergegas saya meminta izin darinya. Sungguh, saya belum puas dengan penjelasannya, esok saya berniat untuk kembali menemuinya, untuk memenuhi rasa penasaran yang masih menyisa di hati.

One Response

  1. […] saat ini. Jauh berbeda dengan dulu, yang suka menampakkan wajah kusam, penuh masalah, dan … Continue reading → Like this:SukaBe the first to like this post. By margono • Posted in Tausiyah […]

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: