Ada Apa Dengan Naik Turunnya Iman


Gambar” Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah “. (HR.Ibnu Hibban).

Seperti halnya roda kehidupan, kondisi keimanan seseorang  tidaklah  tetap dalam satu  keadaan,  selalu  mengalami  perubahan, bukan bersifat statis, apalagi setelah  disibukkan oleh berbagai  urusan dunia  yang kadang  bisa menyebabkan lupa pada kondisi  iman. Artinya bahwa suatu  saat bisa saja  iman kita naik, dan dilain waktu  dengan berbagai faktor yang bisa mempengaruhi keimanan seseorang bisa menurun.

Rasulullah bersada ” Al imaanu yazidu wa yankus ” artinya iman itu  naik dan turun, berarti Nabi Muhammad pun tidak mengingkari keadaan iman yang  seperti  itu. Oleh karenanya,  beliau mendorong  dan memberi  arahan kepada kaum Muslim untuk selalu memperbaharui dan menjaga kondisi  iman supaya  jangan sampai turun drastis, yang pada akhirnya akan  menghantarkan ke dalam jurang kehinaan. Karena dengan kondisi tersebut, akan mudah mengantarkan seseorang berbuat dosa.

Keimanan memiliki hubungan yang dekat dengan semangat. Sebagai contoh, ketika kita mendengarkan ceramah, tausiah atau kajian-kajian dari ustad  misalkan ; tentang dahsyatnya shodaqoh, menjadi wanita sholehah, tentang surga , tentang kehidupan akhirat yang sebenar-benar kehidupan yang akan kita tuju, tentang dosa, sabar  dsb…, sangat  wajar  saat itu kita tersentuh  dan ingin  rasanya segera  melakukan yang baik dan yang dianjurkan ,  merasa menyesal, sepertinya nasehat tsb masuk ke telinga  dan terekam , dan kita pun mulai semangat melakukan perubahan walau tidak begitu drastis, namun kembali lagi ….kehidupan dunia  kadang melenakan kita, terjebak dalam rutinitas, keletihan  bahkan sampai tak punya waktu  ntuk merenung, akhirnya berangsur-angsur semangat mengendor, dan menjadi seperti masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Kita sulit menjaga keistiqomahan.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kita menyikapi kondisi tersebut , sebagai orang awam ….apa yang harus  kita lakukan untuk menambah keimanan serta mempertahankannya, sebaliknya hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan keimanan seseorang menurun?

Dengan keterbatasan buku yang saya punya dan saya baca (maklum disini tak segampang di Indonesia mendapatkan/membeli buku) alhamdulillah akhirnya saya  dapatkan  artikel dari  eramuslim (konsultasi) dan  membaca sebuah  blog yang mengupas hal yang sama dengan bersumber pada buku yang berjudul sebab- sebab naik turunnya iman oleh Syaikh Abdur Razaaq al Abbaad,  semoga menjadi lebih jelas bagi saya pribadi, menambah ilmu dan semoga bisa bermanfaat   bagi yang lainnya.

Secara singkat saya simpulkan bahwa hal-hal atau cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keimanan diantaranya :

**Melaksanakan  amal ibadah yang diwajibkan  dalam Islam (sholat, puasa, zakat dan berhaji bagi yang mampu) serta menambah ibadah sunnah. Menuntut ilmu , dengan mempelajari berbagai ilmu agama. Ilmu akan mengantarkan orang untuk tahu akan Tuhannya. Membaca , menelaah dan mentadaburi Al-Quran akan membawa kita ntuk berfikir serta merenungi tanda-tanda  kebesaran Allah  serta membuat hati terpaut pada-Nya. Membaca buku- buku Islam, seperti sejarah kehidupan Rasulullah SAW, para sahabat dan orang-orang sholeh, dan cerita-cerita penuh hikmah. Mengikuti pengajian, mendengar ceramah , siraman rohani  serta menghadiri  majlis ta’lim yang rutin.

Adapun sebab-sebab turunnya iman,

**Karena  diri sendiri( Internal);  disebabkan karena kebodohan, ketidakpedulian, keengganan melakukan perbuatan baik, melupakan kewajiban, menyepelekan perintah dan larangan Allah  yang akhirnya menggiring pada perbuatan dosa.

**Dari luar diri kita(eksternal);  seperti mengikuti  bujukan syaitan yang nyata-nyata ingin menjerumuskan manusia dalam kesesatan, berpaling dari Allah serta melakukan perbuatan dosa. Kemudian terbujuk pada rayuan kehidupan dunia. Akibat pengaulan yang buruk, jangan tergoda ntuk bergaul dengan orang -orang atau lingkungan yang lalai dari mengingat Allah.  Kita pernah mendengar kalimat; barangsiapa yang bergaul(berdekatan) dengan pandai besi maka akan terkena percikannya, sebaliknya siapa yang bergaul dengan pedagang minyak wangi maka akan terkena harumnya. Pepatah lain mengatakan,” jika kita ingin melihat  kemuliaan  seseorang, lihatlah siapa teman- temannya.”

One Response

  1. […] This gallery contains 2 photos. […]

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: