Gagal Atasi Krisis, Italia Mendekati Jurang Kehancuran


[ROMA] Italia semakin mendekati jurang kehancuran dengan krisis politik dan ekonomi yang mengguncang negara ekonomi terbesar ketiga Eropa itu. Pasar bereaksi negatif dengan investor menarik uangnya keluar dari Eropa.

Italia dinilai tidak akan mampu menyelesaikan krisis utang meski dalam kepemimpinan baru. Sementara Yunani masih mengalami kebuntuan untuk mencapai kesepakatan dalam menetapkan perdana menteri baru. Presiden Italia, Giorgio Napolitano berusaha meyakinkan pasar.

Ia berjanji Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi akan mengundurkan diri dan diganti dengan seorang ekonom terkemuka, Kamis (10/11).

Kekacauan memenuhi dunia seiring semakin mendalamnya krisis politik dan ekonomi di benua Eropa.

Dengan suku bunga pinjaman mencapai 7 persen, beban utang Italia semakin besar, menimbulkan pertanyaan kemungkinan Italia meminta dana talangan internasional.

Meski demikian, negara yang memiliki nilai utang lima kali lipat dari Yunani itu akan sulit ditalangi dengan terbatasnya sumber daya Uni Eropa atau Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membayar semua itu.

Bila Italia, nomor tujuh negara ekonomi besar dunia, gagal membayar utang dan tidak ada dana talangan dipastikan memicu runtuhnya perekonomian Italia yang mengarah pada kekacauan dunia.

Situasi terburuk Italia mungkin dipaksa meninggalkan zona Euro. Akan tetapi keluarnya sebuah negara besar Italia dari mata uang tunggal Eropa berpotensi mengarah pada dampak yang lebih mengerikan dibanding negara kecil seperti Yunani. Peneliti ekonomi dari Brussels mengatakan situasi itu adalah fase baru krisis. “Ini adalah wilayah yang belum dipetakan,” katanya.

Setelah Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengumumkan pengunduran diri, parlemen bekerja untuk memastikan Senat Italia akan memberikan persetujuan akhir terhadap paket kebijakan bertujuan menstimulasi pertumbuhan dan mengendalikan utang, Jumat (11/11).

Langkah-langkah reformasi yang dipilih parlemen antara lain menjual aset pemerintah, memotong pajak untuk mengurangi pengangguran kaum muda dan menarik perempuan dalam angkatan kerja.

Legislatif juga akan memperbolehkan toko-toko tetap buka pada hari Minggu dan menaikkan usia pensiun menjadi 67 tahun untuk semua profesi.

Wakil menteri keuangan Amerika Serikat (AS), Lael Brainard menyarankan Eropa membentuk inti dari setiap resolusi efektif guna mengatasi krisis di zona Euro dan IMF hanya sebagai garis pertahanan kedua.

Dia juga menekankan Italia harus mendorong kemajuan reformasi struktural dan rencana fiskal guna mengembalikan kepercayaan pasar. “Zona Euro telah berkomitmen dan sumber daya Euro harus menjadi pusat agar semua solusi menjadi efektif dan kredibel. AS dan mitra internasional kami ingin berdiri di belakang Eropa ketika mereka memasukkan keputusan solusi itu,” ucapnya.

Para pemimpin Uni Eropa telah meminta negara-negara ekonomi baru dan IMF ikut membantu meningkatkan sumber pendanaan zona Euro, yang mulai melemah. Mereka sendiri menghadapi pengetatan anggaran.

Sementara negara-negara yang memiliki dana tunai besar seperti Tiongkok, Rusia dan AS menolak mengucurkan dananya langsung ke Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF). Mereka hanya bersedia meningkatkan kapasitas IMF. Washington bersikukuh bahwa Uni Eropa memiliki kapasitas dan sumber daya untuk mengatasi krisis ekonomi yang terpusat pada Yunani.

Ditambahkan, Brainard, IMF memiliki dana tersedia untuk membantu Eropa. “Mereka memiliki sekitar US$ 390 miliar kapasitas tidak terikat, dan kami memiliki komitmen memastikan bahwa IMF memiliki kapasitas itu,” tandasnya. [AP/AFP/D-11]

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: