BMT Artha Sejahtera Membuat IPAL BIOGAS


Meski sudah mampu mengolah limbah tahu menjadi biogas, sumber energi tersebut baru bisa dinikmati sedikit warga di Desa Trimurti, Srandakan, Bantul. Pasalnya, instalasi yang menghubungkan pengolahan biogas ke rumah-rumah penduduk masih minim.
Sekarang sudah ada delapan sumur penampungan air limbah dengan kapasitas berbeda-beda. Namun, belum semua perajin tahu menikmati biogas yang dihasilkan karena rumahnya berjauhan.

“Mereka yang sudah menikmati biogas sebagai energi alternatif rumah tangga, baru sekitar 47 orang,” kata Kasmaini, salah seorang perajin tahun di Desa Trimurti.
Kasmaini menjelaskan juga bahwa biogas yang dihasilkan dari sumur-sumur IPAL tersebut belum bisa dimanfaatkan seluruh warga. Beberapa warga belum mampu membangun instalasi pemipaan untuk saluran biogas karena terkendala biaya.

Nyala api biogas sama dengan nyala gas elpiji, yakni berwarna kebiruan. Biogas ini juga belum bisa digunakan untuk membantu para perajin dalam pembuatan tahu. Hal ini dikarenakan kompor biogas relatif kecil sehingga tidak mampu menahan wajan perebusan santan tahu yang besar.
Usaha pengelolaan limbah menjadi biogas dimulai tahun 1990. Air limbah tahu ditampung dalam sumur instalasi pengolahan limbah (IPAL). Dari sumur tersebut, biogas yang dihasilkan disalurkan ke warga sekitarnya, terutama perajin itu sendiri. Air limbah yang sudah dinetralkan kemudian dibuang ke Kali Progo. Tingkat polusi air limbah yang dibuang sudah berkurang 80 persen.

BMT Artha Sejahtera sudah bisa memberikan manfaat terkait dengan pembangunan IPAL Biogas di Dusun Gunung Saren Lor, Desa Trimurti, Srandakan, Bantul.

Walau penduduk belum semunya menyambung pipa biogas, sudah banyak PR yag sudah tertuaikan. Diantaraya, Pengurangan limbah tahu yang semula dibiarkan di got-got sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap sekarang tertangani dengan adanya IPAL BIOGAS

Yang kedua BMT Artha Sejahtera mengucapkan terimakasih kepada pengguna Kompor biogas dan tolong dirawat dan di gunakan yang maksimal , sekarang lebih iritkan tidak usah beli gas. Semoga Biogasnya lancer dan tidak bau lagi ya..!

2 Responses

  1. Inilah yang harus dipertimbangkan pemerintah dalam mengantisipasi krisis energi di negeri ini.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: