Memposisikan dan Mendobrak Diri


Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas pentingnya memposisikan diri dan mendobrak diri. Setelah kita bisa mengenali kekuatan dan kelemahan diri dengan tepat, tugas kita berikutnya adalah memposisikan diri. Artinya, hasil analisis diri sebelumnya kita gunakan untuk menempatkan diri kita pada peranan yang tepat. Jika kita merupakan tipe pekerja keras, menyukai karier kerja, dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di dunia kerja, maka fokus usaha harus kita arahkan pada jenis pekerjaan yang cocok. Setelah berhasil menentukan peran, kita harus berani menetapkan target tertentu serta bertekad bulat untuk mencapainya.

Misalnya, tipe kita adalah wirausahawan. Maka tentu saja kita akan kesulitan dan tidak betah menjadi pekerja atau karyawan. Pilihan harus diambil supaya kita tidak terpenjara dalam dunia kerja, yang sudah pasti tidak mampu menampung luapan kreativitas dan semangat kewirausahaan kita. Tahap memposisikan diri adalah tahapan paling krusial. Ini menentukan apakah kita berada pada arah yang benar dan jalan yang benar. Seberapa pun kerasnya usaha kita, jika petanya—arah dan tujuannya—itu salah, kita tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan.

Setelah berhasil memposisikan diri, langkah berikutnya adalah mendobrak diri. Artinya, setelah memiliki peta, menetapkan target, dan memiliki tekad, kita harus cepat bertindak atau berproses. Semakin lama kita menunda, semakin hilang kekuatan dari peta, target, dan kebulatan tekad tadi. Ribuan kilo perjalanan harus diawali dengan langkah pertama. Mengambil langkah pertama berarti siap mengambil risiko. Baik itu risiko kesuksesan maupun risiko kegagalan. Ini butuh keberanian yang besar, butuh komitmen yang kuat. Ini berarti mendobrak diri dari rasa takut, rasa bimbang, dan hanya fokus pada tujuan akhir.

Dan yang tidak kalah pentingnya dalam tahap mendobrak diri ini adalah kemampuan belajar. Artinya, setiap risiko gagal maupun berhasil, keduanya mengandung bahan pelajaran. Jika pikiran kita buka selebar-lebarnya, kesulitan, rintangan, dan kegagalan bisa kita ambil hikmah dan pelajarannya. Demikian pula keberhasilan bisa kita ambil hikmah dan pelajarannya. Keduanya memberi kita wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu secara lebih baik, efektif, dan efisien.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: