TEKNOLOGI PEMBUATAN TEMPE

CARA PEMBUATAN TEMPE

1. PENDAHULUAN
Tempe adalah campuran biji kedelai dengan massa kapang. Hifa kapang
tumbuh dengan intensif dan membentuk jalinan yang mengikat biji kedelai yang
satu dengan biji yang lain sehingga menjadi massa yang kompak dan kuat.
Tempe adalah makanan tradisional hasil fermentasi oleh kapang Rhizopus
oryzae sp. Pertumbuhan kapang menyebabkan terjadinya pemutusan beberapa
ikatan peptida pada protein kedelai sehingga protein kedelai lebih mudah
dicerna dan nilai gizinya meningkat. Tempe juga mengandung beberapa
vitamin B, mineral, lemak dan karbohidrat.
Pembuatan tempe tidak sulit dan dapat dilakukan dengan menggunakan alatalat
yang biasa terdapat di rumahtangga. Walaupun demikian, pengolahan
tempe untuk usaha kecil sangat dianjurkan menggunakan alat-alat mekanis.

2. BAHAN
1) Kedelai.
2) Laru (inokulum) tempe.

3. PERALATAN
1) Wadah perebus.
2) Mesin pemecah biji dan pemisah kulit.
3) Wadah pencuci.
4) Rak fermentasi
5) Peniris.

4. CARA PEMBUATAN

1) Perendaman. Biji kedelai direbus sampai mendidih (tiap 1 kg kedelai
membutuhkan air perebus 2 liter). Setelah itu, api dimatikan dan kedelai
dibiarkan terendam di dalam air perebus ini selama 48 jam, atau sampai air
perendam menjadi masam dan berlendir. Setelah itu, air perendam dibuang
dan kedelai dicuci.
2) Pembelahan dan pembuangan kulit. Biji kedelai dibelah, sehingga kulitnya
terlepas. Setelah itu kulit dipisahkan dari bijinya sehingga sekurangkurangnya
85% dari kulit biji terpisah dari biji. Cara paling tradisional adalah

dengan melakukan penginjakan untuk membelah biji. Kedelai dimasukkan ke
dalam karung, atau kedalam bakul, kemudian diinjak-injak sampai biji pecah
dan/atau terbelah. Kebanyakan produsen tempe saat ini menggunakan
penggiling tipe cakram untuk membelah kedelai. Setelah itu, biji yang
tercampur kulit lepas ini dimasukkan ke dalam drum bekas atau ember dan
ditambah dengan air. Kemudian air diaduk-aduk sehingga kulit biji
mengapung. Ketika kulit biji mengapung, wadah dimiringkan sehingga air
mengalir keluar bersama kulit biji yang mengapung. Kulit biji yang
mengapung juga bisa diambil dengangayung berlobang-lobang dari seng
atau anyaman bambu. Proses tersebut dilakukan berulang-ulang sampai
sekurang-kurangnya 85% kulit biji terbuang. Pabrik tempe yang tergolong
besar, kebanyakan lokasinya dilalui sungai, atau aliran air irigasi. Aliran air ini
digunakan untuk memisahkan kulit. Kedelai dimasukkan ke dalam bakul
(ketiding), dan bakul ini dimasukkan ke dalam aliran air tapi tidak sampai
tenggelam. Bakul digoyang-goyang sehingga kulit mengapung. Pada saat iut
bakul dimiringkan sehingga kulit biji terbuang. Hal ini dilakukan berulangulang.
Cara yang lebih praktis adalah menggunakan mesin pembelah biji
sekaligus pemisah kulit. Mesin ini diproduksi oleh Pusat Penelitian dan
Pengembangan Teknologi Pangan IPB.

3) Pencucian biji tanpa kulit. Biji tanpa kulit dicuci sampai bersih, dan tidak ada
lagi lendir yang tertinggal pada kulit.

4) Perebusan biji tanpa kulit. Biji tanpa kulit direbus di dalam air mendidih
selama 20-30 menit. Kemudian biji ditiriskan sampai suhunya suam-suam
kuku.

5) Inokulasi dan pembungkusan. Biji yang telah suam-suam kuku ditaburi
(diinokulasi) dengan laru tempe (jumlah laru sesuai dengan petunjuk
pemakaian yang terdapat pada label kemasan laru), kemudian diaduk-aduk
agar laru dan biji tercampur merata. Setelah tercampur merata, biji
dimasukkan ke dalam kantong plastik yang telah dilobang-lobangi
denganjarum besar (jarak lobang 5-10 mm). Plastik di seal kemudian isinya
dipipihkan sehingga ketebalannya sekitar 20 mm.

6) Fermentasi. Fermentasi dilakukan dengan meletakkan kantong berisi biji di
atas rak-rak yang terbuat dari anyaman bambu atau kawat ayam. Fermentasi
berlangsung selama 36 –48 jam. Hasil fermentasi disebut sebagai tempe
kedelai.

5. SUMBER
Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah,
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat
Editor : Tarwiyah, Kemal

TEKNOLOGI PEMBUATAN KERIPIK PISANG

PENGOLAHAN KERIPIK PISANG

CARA PEMBUATAN KERIPIK PISANG

1. PENDAHULUAN
Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang
dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk
mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun
pepaya jantan.

Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari
dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi
busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa
simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk
minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti
manisan, dodol, keripik, dan sale.
Pisang dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu :

1) Pisang yang dimakan dalam bentuk segar, misalnya : pisang ambon, raja sere, raja bulu, susu, seribu, dan emas.
2) Pisang yang dimakan setelah diolah terlebih dahulu, misalnya : pisang
kepok, nangka, raja siam, raja bandung, kapas, rotan, gajah, dan tanduk.
Pisang banyak mengandung protein yang kadarnya lebih tinggi daripada buahbuahan
lainnya, namun buah pisang mudah busuk. Untuk mencegah
pembusukan dapat dilakukan pengawetan, misalnya dalam bentuk keripik,
dodol, sale, anggur, dan lain-lain.
Keripik pisang sudah sejak lama diproduksi masyarakat. Hasil olahan keripik
pisang mempunyai rasa yang berbeda-beda, yaitu : asin, manis, manis pedas,
dan lain-lain. Pembuatan keripik pisang sangat sederhana dan membutuhkan
modal yang tidak terlalu besar. Pisang yang baik dibuat keripik adalah pisang
ambon, kapas, tanduk, dan kepok.

2. BAHAN
1) Pisang tua (mengkal) 20 kg
2) Minyak goreng 1 kg
3) Garam secukupnya

3. ALAT
1) Baskom
2) Alas perajang (talenan)
3) Pisau
4) Ember plastik
5) Penggorengan (Wajan)
6) Lilin (untuk kantong plastik)
7) Tungku atau kompor
8) Tampah (nyiru)
9) Keranjang bambu
10) Kantong plastik (sebagai pembungkus)

4. CARA PEMBUATAN
1) Jemur pisang selama 5~7 jam, lalu kupas;
2) Iris pisang tipis-tipis ± 1~2 mm menurut panjang pisang;
3) Siapkan minyak yang telah dibubuhi garam kemudian panaskan. Goreng
irisan pisang tersebut sedikit demi sedikit agar tidak melengket satu dengan
yang lainnya. Penggorengan dilakukan selama 5~7 menit tergantung jumlah
minyak dan besar kecilnya api kompor;
4) Angkat keripik setelah berubah warna dari kuning menjadi kuning kecoklatan;
5) Saring minyak setelah lima (5) kali penggorengan, kemudian tambahkan
minyak baru dan garam;
6) Masukkan dalam kantong plastik atau stoples setelah keripik pisang cukup
dingin.
Catatan :
1) Untuk keripik pisang manis dapat ditambahkan gula pasir halus pada keripik
yang sudah digoreng.
2) Pemberian rasa pedas dapat dilakukan bersama-sama dengan pemberian
gula halus.

6. DAFTAR PUSTAKA
Tri Radiyati, et. Al. Kerupuk keripik. Subang : BPTTG Puslitbang Fisika
Terapan-LIPI, 1990. Hal. 15-20.

7. Home Industri Keripik Pisang Aneka Rasa
Sumber Rejeki
Alamat : Jragan 2, Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY
Cp : Margono Tlp. 0274- 6507213

Perusahaan-Perusahaan AS Khawatir dengan Seruan Boikot

Para pengusaha produk-produk AS mulai khawatir dengan seruan aksi boikot produk AS pro Zionis yang mulai meluas baik dalam aksi-aksi unjuk rasa anti-Israel maupun di dunia maya. Sejumlah pengusaha itu membantah bahwa usaha bisnisnya memberikan sebagian keuntungannya untuk Israel.

“Pesan-pesan yang mengatakan bahwa McDonald’s memberikan keuntungannya untuk Israel sama sekali tidak benar dan tidak lebih hanya rumor dan berita bohong,” kata Tara Handy, manager senior Humas perusahaan McDonald’s dalam pernyataannya seperti diberitakan Al-Arabiya.

Bantah serupa dilontarkan oleh jaringan kedai kopi Starbucks. Perusahaan ini sampai harus memposting pernyataan resmi di situsnya, yang isinya membantah berita bahwa perusahaan Starbucks dan CEO-nya memberikan dukungan pada Israel.

“Rumor bahwa Starbuck Coffee Company dan manajemennya mendukung Israel, tidak benar. Starbuck bukan organisasi pilitik dan kami tidak memberikan dukungan pada isu-isu politik di manapun di dunia ini,” demikian Starbucks dalam pernyataannya.

“Dimanapun ada ketegangan di kawasan (Timur Tengah), institusi-institusi milik AS selalu menjadi target,” ujar Rana Shaheen, manajer komuniskasi untuk Starbuck kawasan Timur Tengah. Namun Shaheen tidak membantah bahwa CEO Starbucks dan CEO sejumlah produk AS yang sudah mendunia, memang orang-orang Yahudi.

Seruan agar Muslim dunia memboikot produk-produk AS yang memberikan sebagian keuntungannya untuk kepentingan Zionis Israel makin menguat, seiring dengan makin brutalnya serangan Israel ke Jalur Gaza. Muslim Malaysia sudah melakukan gerakan boikot itu sejak hari Jumat kemarin, yang membuat perusahaan Coca Cola Malaysia ketar-ketir.

Dalam aksi unjuk rasa anti-Israel di kota Nice, Prancis, sejumlah pengunjuk rasa melempari kaca jendela restoran McDonald’s. Sementara dalam aksi unjuk rasa di kota Caracas, Venezuela, para pengunjuk rasa membakar bendera Israel dan di depan sebuah resto McDonald’s.

Di dunia maya, juga meluas seruan kampanye boikot produk AS karena AS selalu memberikan dukungan buta pada kekejaman Zionis Israel di Palestina. Di situs pertemanan Facebook misalnya, sebuah group yang mengkampanyekan produk boikot AS mendapat dukungan dari sekitar 7.000 orang dari mulai dunia Arab, AS, Eropa, termasuk Malaysia dan Indonesia.

“Ayo, hentikan menggunakan produk-produk AS dan Inggris. AS akan mengalami kerugian 8,6 milyar dollar per hari jika kita berhenti menggunakan produk-produk mereka selama satu bulan ini. Ajak keluarga, teman dan tetangga Anda,” demikian sebuah email yang tersebar di berbagai negara Arab.

Para pengusaha produk AS itu boleh saja membantah bahwa produknya memberikan sebagian keuntungannya pada Zionis Israel. Namun gerakan boikot jika dilakukan dengan kompak, bisa menjadi upaya menekan negara-negara seperti AS yang selalu memberikan dukungan buta pada kekejaman Israel.

Kita tentu masih ingat boikot yang dilakukan dunia Islam tahun 2007 dan 2006 lalu sebagai respon atas kartun-kartun yang menghinakan Rasulullah saw. Boikot ini mampu memukul sejumlah perusahaan Eropa yang memasarkan produk-produknya di Timur Tengah. (ln/aby)

ada

<!–
document.write (””)
// –>